Memasuki hari ke 11 Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah intruksi atau perintah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo dinilai tidak berdampak dengan aktivitas perjudian Toto Gelap (Togel) di Papua Barat Daya.
- Jaga Stamina, Para Tahanan Lakukan Olahraga Pagi dan Berjemur
- Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Tikam Pendeta di Wamena
- Remaja 18 Tahun di Timika Tertangkap Tangan Memiliki Narkotika Jenis Tembakau Sitetis
Baca Juga
Kapolda beberapa waktu yang lalu sudah pernah menginstruksikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat Daya untuk segera menertibkan seluruh aktivitas judi togel di wilayah hukumnya namun praktik judi itu masih marak di Papua Barat Daya.
Kapolda juga menekankan menindak seluruh aktivitas perjudian toto gelap (Togel) dan minuman keras tidak perlu menunggu bulan suci ramadhan.
Namun, Kata Kapolda Papua Barat Daya, segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang maksiat perlu di hindari.
" Sebenarnya, tidak harus saat menjelang bulan Ramadhan, namun segala sesuatu yang bersentuhan dengan hal-hal yang maksiat, sebaiknya perlu dihindari dan ditiadakan," kata Kapolda, Rabu 11 Februari 2026 lalu.
Seruan Tokoh Agama Tindak Tegas Judi Togel dan Minuman Keras
Pada hari Sabtu 14 Februari 2026 lalu di Rylich Panorama Hotel di gelar kegiatan silaturahmi tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat beserta Polda Papua Barat Daya yang di hadiri sejumlah tokoh Se Papua Barat Daya.
Dalam pertemuan itu ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat Daya, Kisman Rahayaan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun menyerukan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya dalam menindak tegas perjudian Toto Gelap (Togel) dan Minuman Keras (Miras) di wilayah hukumnya.
Ia mengisahkan pernah mendengarkan aduan dari masyarakat maraknya penjual togel menjelang puasa, tanpa pikir panjang dengan berkoordinasi dengan Wakil Walikota masa itu dan di bantu aparat menindak pelaku penjual togel.
“Saya punya pengalaman pernah menerima pesan singkat menjelang bulan puasa yang menanyakan mengapa togel masih beroperasi. Keesokan harinya saya berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota saat itu, Bapak Hengky Rubiak. Kami langsung melakukan tindakan tegas dan praktik tersebut berhenti. Pertanyaannya, mengapa sekarang dengan jumlah aparat yang lebih banyak, praktik togel justru semakin marak,” kata Kisman Rahayaan, usai sidang Isbat di Waigeo Hotel, Senin, 17 Februari 2026 lalu.
Di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun mengatakan dalam pertemuan bersama tokoh agama, tokoh adat dan Polda Papua Barat Daya, pihaknya menyampaikan sejumlah masukan, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Para tokoh agama mengharapkan agar praktik seperti judi togel dan peredaran minuman keras segera ditertibkan, karena dapat menimbulkan dampak negatif yang tidak kita inginkan.
“Kami harap aparat keamanan mengambil langkah tegas. Judi, termasuk Togel, dalam ajaran agama jelas dilarang. Demikian pula minuman keras, yang juga diharamkan. Larangan ini bukan hanya dalam agama Islam, tetapi seluruh agama melarang praktik-praktik yang merusak seperti itu,” kata Manan Fakaubun.
Aktifitas perjudian ini, Kata Ketua MUI, merupakan penyakit masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pihak kepolisian dan Intelkam, tetapi juga pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Sorong.
“Kami berharap ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata demi menjaga situasi Kota Sorong tetap aman dan kondusif,” kata Manan Fakaubun.
Anggota DPD RI Desak Polda Ultimatum Pelaku Judi Togel
Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Agustinus R Kambuaya meminta Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo mengambil langkah tegas menghentikan segala bentuk permainan perjudian Togel di Papua Barat Daya.
Menurut Agustinus Kambuaya, apabila praktik perjudian itu badar togel masih di temukan menjual harus segera di tindak. Bisa dengan cara pendekatan persuasive memberikan tenggang waktu untuk berhenti melakukan kegiatan tersebut.
“Saya minta lakukan pendekatan persuasive dengan cara memberikan deadline, beri mereka untuk waktu 31 hari untuk hentikan, diluar dari itu, silahkan di tindak karena sudah diperingati, dari pada langsung ditindak,” kata Agustinus Kambuaya, usai Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Satu Tahun Kepemimpinan Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau tantangan, peluang dan masa depan Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung di M Kriyad Hotel, Sabtu 21 Februari 2026 lalu.
Ia menjelaskan memang aktifitas Togel online saat ini sulit untuk dideteksi karena merupakan jaringan judi antar negara, namun untuk judi togel offline yang di jual di jalan-jalan pihak kepolisim sudah bisa langsung ditindak.
" Kalau Togel online ini memang susah dideteksi, karena bandarnya ada di luar negeri, mungkin saja ada di Vietnam dan beberapa negara lainnya, namun Togel offline inikan mudah dideteksi, harusnya peringati, diberi deadline satu bulan ini kamu stop. Saya minta kepada kepolisian,” tegasnya.
Untuk menindak perjudian togel itu, Kata Agustinus Kambuaya menekankan pentingnya peran para tokoh masyarakat maupun agama untuk turut andil memerangi permainan judi.
“Harus melibatkan semua. Saya kira forum agama, forum lintas suku semua punya masyarakat dan komunitas, orang mau ke gereja akan dikhotbahkan terus oleh pendeta, mau ke masjid pak ustazd semua berbicara, sehingga dengan sendirinya orang akan merasa ada pengawasan social,” kata dia.
Hingga saat ini di hari ke 11 bulan puasa penjual togel masih tetap menjajahkan jualannya di sejumlah tempat di Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong. 
- Kapolres Jayapura Kota Kerahkan 200 Personel Amankan Jalannya pelaksanaan Sholat Idul Adha 1445 H
- Sinergitas TNI - Polri Amankan Seorang Pria Saat Mengambil Ganja di Batas Negara RI-PNG
- 57 Pengendara Terkena Sangsi Tilang Saat Terjaring Razia di Kota Jayapura