Yulius Yogi (67) dan Moses Wanggar Mahuze (70) menggugat Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke terkait tanah Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai Merauke. Gugatan perdata, dengan register Nomor 93/Pdt.G/2023/PN Merauke, menyoroti pembayaran senilai Rp 15 miliar yang dianggap salah bayar. Selasa (14/11)
- Buntut Panjang Kasus Korupsi 34 Miliar Oknum PNS Merauke, Dua Pegawai Bank Papua Ditetapkan Sebagai Tersangka
- Kapolresta Sorong Kota Periksa Ponsel Personil Cegah Judi Online
- Wakapolres Boven Digoel: Saat Ini Banyak Modus Kejahatan Baru yang Terjadi di Masyarakat
Baca Juga
Jusuf S. Timisela, SH, MH, kuasa hukum keduanya, menegaskan bahwa gugatan ini menyoroti dugaan kesalahan pembayaran terhadap tanah GOR. Pada tahun 1975, Iyong Yama Mahuze mengakui kepemilikan tanah tersebut dan memberikannya kepada Yulius Yogi. Pengurusan tanah ini telah berlangsung sejak 1983, dengan pemerintah Kabupaten Merauke mengetahui kepemilikan yang sah.
Timisela menjelaskan bahwa pembayaran sebesar Rp 15 miliar dilakukan kepada Seprianus Mahuze tanpa melibatkan Mases Mahuze dan Yulius Yogi sebagai pewaris tanah. Gugatan diajukan untuk memastikan keabsahan pembayaran dan hak waris atas tanah GOR Hiad Sai.
Gugatan perdata ini dijadwalkan akan disidangkan di Pengadilan Negeri Merauke pada hari Senin mendatang. Selain itu, Jusuf Timisela berencana melaporkan dugaan adanya tindak pidana dalam kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
- Dua Pemuda Diamankan Opsnal Polsek Abepura Terkait Pencurian dan Penadahan
- Satuan Narkoba Polres Merauke Akan Lakukan Test Urin Kesekolah-Sekolah Tekan Penggunaan Narkotika
- SF Diamankan Lantaran Kedapatan Membawa Ganja di Pelabuhan Laut Jayapura
