Ketua majelis jaringan aktivis pro demokrasi (ProDem) Iwan Sumule kaget dengan pernyataan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wanas bahwa setoran ke Pemprov Papua setiap tahun berkisar 6-7 triliun.
- Dua Tersangka Pemilik Sabu 187,5 Gram Dilimpahkan Ke Jaksa penuntut Umum
- Firli Bahuri: Penanganan Perkara di Papua Perhatian Khusus KPK
- Karena Uang Rp.2000, Tukang Parkir Liar Di Merauke Nekat Bacok Pengendara Dari Kepala, Korban Kritis
Baca Juga
“Busyet, banyak bangat!” kata Iwan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/9).
Oleh karenanya, kata Iwan, hal yang wajar jika banyaknya jumlah setoran deviden Freeport ke Papua ini dikawal peruntukannya. Iwan berharap, uang deviden dari Freeport tak disalahgunakan, selain untuk kepentingan masyarakat Papua dan mensejahterakannya.
“Semoga bukan untuk main judi di kasino,” ujar dia.
Namun disisi lain, Iwan menyoroti kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe yang akhirnya membuka tabir bahwa Lukas diduga banyak menyelewengkan uang otonomi khusus (otsus) yang digelontorkan oleh pemerintah pusat.
“Papua yang diberikan kekhususan dipimpin oleh orang Papua asli, ternyata lebih parah dan tidak mampu membawa dan memberikan kesejahteraan untuk masyarakat Papua. UU Otonomi Khusus mesti direvisi, terutama soal kepemimpinan, penggunaan dan pengelolaan dana otsus,” pungkas Iwan. 
- Andi Merya Nur Kembali Ditetapkan Tersangka, Kali Ini Perkara Suap Dana PEN Daerah
- Kasus Kontroversial Pembayaran Ganti Rugi Tanah Dinas Kesehatan Merauke Tak Kunjung Usai
- Tim Gabungan Polresta Bekuk Spesialis Pencurian Motor, 20 unit Motor Telah Terjual