Intruksi Presiden Polda PBD Bentuk Tim Tindak Oknum Perwira Polri Terlibat Mafia BBM Illegal di Sorong

Irwasda Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu. (Istimewa)
Irwasda Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu. (Istimewa)

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus dugaan keterlibatan yang melibatkan sejumlah oknum polisi, dalam kasus mafia bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong.


Dua di antaranya merupakan perwira menengah di Polresta Sorong Kota, Polres Sorong dan Polda Papua Barat Daya. Dengan keterlibatan oknum perwira menengah ini Polda Papua Barat Daya di harapkan dapat membongkar keterlibatan mereka hingga tuntas.

Untuk keterlibatan oknum perwira Polri dalam kasus mafia BBM terbongkar usai Tim Ditkrimsus Polda Papua Barat Daya, menangkap sopir mobil tangki BBM illegal dengan inisial A di gudang PT. Salawati Motor.

Kuasa Hukum Deisy Budi Kasih, Jatir Yuda Marau saat mendampingi kliennya Kamis, 16 April 2026 lalu sebagai saksi, selama pemeriksaan membongkar ada dugaan yang membacking usaha BBM yang di duga tidak resmi atau ilegal.

Untuk membongkar praktik dugaan mafia BBM illegal dalam instansi kepolisian ini, Polda Papua Barat Daya membentuk tim gabungan antara lain dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam), guna memeriksa sejumlah oknum polisi.

Menurut, Irwasda Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu mengatakan, pembetukan tim ini berdasarkan instruksi Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Hariwibowo untuk segara membentuk tim memeriksa terduga pelaku dari institusi bhayangkara ini.

"Setelah viral ada oknum perwira polisi ikut terlibat dalam mafia BBM, kami kemudian panggil penasihat hukum Deisy Budi Kasih," ujar Sanches,  Kamis, 23 Maret 2026.

Berdasarkan dari keterangan penasihat hukum yang menyebutkan oknum Polri yang di duga terlibat dalam perkara BBM illegal ini, kemudian memanggil para oknum yang diduga terlibat.

Ia menegaskan, penyelidikan yang kini dilakukan adalah intruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk menindak oknum Polri yang terlibat Mafia BBM illegal ini.

"Kami sudah memanggil mereka satu per satu, sehingga setiap laporan dari mereka bisa lebih komprehensif nantinya," katanya.

Ia menambahkan sebanyak 10 anggota Polri yang di sebutkan namanya diduga terlibat dalam kasus mafia BBM Illegal di Sorong.

"Kami sudah terima 10 nama polisi yang diduga ikut terlibat dalam kasus mafia BBM,” kata dia.

Dari 10 nama itu termasuk di dalam ada oknum AS dan EP, yang berpangkat perwira menengah.

Ia kembali menegaskan, dari sepuluh nama itu pihaknya telah menerima sejumlah bukti dan  mendengarkan peran oknum Polri dalam kegiatan penimbunan BBM Illegal tersebut.

Jika terbukti 10 oknum anggota Polri yang di sebutkan nama-namanya bakal diproses jika benar-benar terbukti terlibat dalam perkara BBM illegal ini.