Keluarga Almarhumah Zivana Athalla Akhirnya Cabut Laporan Polisi RS Maleo Sorong

kuasa hukum, Hadi Tuasikal bersama Hasriyanti, Mulyadi Golap, dan Rosmilah Tuasikal, yang mendampingi keluarga almarhumah.
kuasa hukum, Hadi Tuasikal bersama Hasriyanti, Mulyadi Golap, dan Rosmilah Tuasikal, yang mendampingi keluarga almarhumah.

Keluarga Almarhumah Zivana Athalla resmi mencabut Laporan Polisi (LP) atas laporannya ke Rumah Sakit Maleo Sorong di Mapolresta Sorong Kota, Jumat 31 Juli 2026.


Hadi Tuasikal mengatakan jika pencabutan laporan itu berdasarkan keinginan dari kliennya, bahkan telah melalui proses penyelesaian secara kekeluargaan. 

“Pencabutan persoalan ini karena tulus dari ibu sendiri dan keluarganya. Namanya manusia tidak akan luput dari kesalahan, apapun yang diusahakan tidak akan mengembalikan ananda Zivana kepangkuan ibunya", ujar kuasa hukum, Hadi Tuasikal bersama Hasriyanti, Mulyadi Golap, dan Rosmilah Tuasikal, yang mendampingi keluarga almarhumah.

Hadi Tuasikal menjelaskan pencabut LP ini merupakan komitmen pihaknya berdasarkan hasil mediasi melalui panitia khusus DPR Kota Sorong dan murni keinginan  dari keluarga almarhumah Zivana.

Setelah laporan dicabut, Kata dia, kliennya itu tidak akan menuntut kembali persoalan yang sama dikemudian hari. 

Ia menjelaskan atas kejadian yang menimpah almarhumah pihak keluarga sudah mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit Maleo sewaktu menjalani perawatan disana.

"Ini kan orang kerja profesional, diduga dan tidak diduga semua mempunyai asas praduga dan tidak ada unsur kelalaian dari pihak RS Maleo atas penanganan ananda Zivana," katanya.

Sementara itu, Advokasi Publik Muhammadiyah, Mulyadi Golab menjelaskan dirinya mengapresiasi langkah DPR Kota Sorong yang telah berusaha untuk memediasi kedua belah pihak. 

Pertemuan kedua belah pihak yang difasilitasi DPR telah dilakukan selama tiga kali mediasi. Dari hasil pertemuan itu orang tua dari almarhumah Zivana beserta keluarga akhirnya memutuskan mencabut laporan polisi.

“Kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada DPR Kota Sorong karena sudah memfasilitasi pertemuan ini,” ujar Mulyadi. 

Sebelumnya, permasalahan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral setelah Ibunda Zivana Athalla, memposting di Media Sosial tentang kondisi anaknya yang terbaring di Rumah Sakit Maleo dalam keadaan kejang-kejang. 

Ia bahkan menyebut jika perawat di RS Maleo bekerja tidak profesional, sehingga menyebabkan kematian anaknya, padahal anaknya sudah dirawat sesuai SOP penanganan pasien rumah sakit. 

Selang beberapa waktu, ananda Zivana kemudian dirujuk ke rumah sakit rujukan. Zivana menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapat perawatan intensif selama lima hari di rumah sakit rujukan.