Agats – Kerusuhan besar melanda Kota Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu 27 September 2025, dan menimbulkan korban jiwa, pembakaran fasilitas militer, hingga penjarahan di pusat kota.
- Pencarian Selama Enam Hari, Korban Tenggelam Pantai Base-G Akhirnya Ditemukan
- Marak Kasus Pembacokan di Merauke Budayawan Suku Malind Angkat Bicara
- Status Siaga, Gunung Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 5 KM
Baca Juga
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.40 WIT di Jalan Dolog, Distrik Agats. Seorang pria yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras menyerang dua warga dengan tombak. Laporan masyarakat diteruskan ke Pos Satgas 123/Rajawali. Saat personel TNI tiba di lokasi, korban justru menyerang aparat hingga situasi dianggap terdesak. Seorang oknum TNI dari Satgas 123 Rajawali diduga melepaskan tembakan yang mengenai pria tersebut hingga meninggal dunia.
Kabar penembakan memicu amarah warga. Massa mendatangi Pos Komando Utama Satgas 123 Rajawali dan membakarnya. Tidak lama kemudian, Pos Satgas 321 yang menempati bekas Balai Latihan Kerja dan Pos Mandala juga terbakar. Kobaran api membuat bangunan rata dengan tanah dan asap hitam pekat membubung tinggi.
Kericuhan berlanjut dengan pergerakan massa menuju Polres Asmat. Warga, termasuk remaja dan orang dewasa, menyerang aparat menggunakan panah dan ketapel. Polisi menembakkan gas air mata untuk menghalangi massa.
Berdasarkan rekaman yang beredar, warga juga melakukan penjarahan di beberapa titik. Salah satunya di Usman Konter, sebuah konter handphone di depan Bank Papua. Selain itu, lapak usaha milik warga terlihat hancur dengan sembako dan telur berserakan di lantai.
Sore harinya situasi mulai reda meski kepulan asap masih tampak dari sisa kebakaran. Malam hari, Kota Agats terlihat sunyi dan sepi. Berbeda dengan malam Minggu biasanya yang ramai, kota yang dijuluki “Kota Papan” itu tampak lengang, hanya dihiasi lampu-lampu warna-warni yang menyala redup.
Aparat keamanan bersama tokoh adat dan tokoh agama masih berupaya menenangkan massa dan menjaga agar kerusuhan tidak meluas.
- Two Women Raped And Persecuted By KST Group In Yahukimo
- Naik Bintang Tiga, Mathius D Fakhiri Punya Sederet Prestasi
- 2 Hari Pencarian, Warga di Terkam Buaya, Saat Dibelah Tersisah Potongan Kepala Manusia
