Yogyakarta – Dugaan percobaan pemerkosaan terhadap Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan mencuat ke publik setelah pernyataan dari tokoh masyarakat dan laporan media sosial beredar luas. Peristiwa ini diduga terjadi pada Rabu malam, 10 Juli 2025, sekitar pukul 19.00 WIB di Hotel Griya Persada Kaliurang, Kota Yogyakarta.
- Aktivis Papua Selatan Fransiska Gondro Mahuze Kecam Dugaan Percobaan Pemerkosaan oleh Anggota MRP Polikarpus Owom
- MRP Papua Selatan Tetapkan Antoneta Mokom dan Nikolaus Mahuze sebagai Wakil Ketua Baru
- Ketua MRP Papua Selatan Klarifikasi Isu Pemilihan Pimpinan dan Fungsi Lembaga
Baca Juga
Dalam unggahan Facebook yang dibagikan oleh Sirmi Rovinus, disebutkan bahwa korban adalah Paskalina Hahare, anggota MRP Papua Selatan yang menjabat sebagai Ketua Pokja Perempuan. Sementara terduga pelaku adalah Polikarpus Owom, anggota MRP Papua Selatan dari unsur adat yang mewakili Kabupaten Asmat.
Menurut kronologi yang diuraikan oleh Sirmi Rovinus, peristiwa bermula ketika Polikarpus menghubungi korban dengan alasan meminjam uang. Karena keduanya berasal dari daerah yang sama dan memiliki relasi kekeluargaan secara kultural, korban tidak menaruh curiga dan mempersilakan Polikarpus untuk datang ke kamar hotelnya, yang bernomor 269.
Setibanya di kamar, setelah menerima uang dari korban, Polikarpus diduga langsung memeluk korban dari belakang. Korban yang terkejut dan berusaha melepaskan diri kemudian mengalami tindakan kekerasan fisik. Pelaku bahkan diduga melepas seluruh pakaiannya dan mencoba menarik celana korban sambil memaksakan niatnya. Beruntung, korban berhasil berteriak meminta pertolongan, yang kemudian membangunkan anggota MRP lainnya yang juga menginap di hotel tersebut. Polikarpus pun dilaporkan langsung melarikan diri dari kamar korban.
Dalam laporan yang disampaikan oleh media daring Jurnal Linthon, peristiwa ini juga disebut sebagai “upaya pelecehan seksual yang nyaris merenggut kehormatan salah satu tokoh perempuan pejuang dari Papua Selatan.” Media tersebut mengonfirmasi bahwa korban langsung mengejar pelaku sambil histeris dan meminta pertolongan kepada pihak lain. Dalam sambungan telepon, Paskalina juga menyampaikan kronologi kejadian kepada rekan-rekannya dan kemudian membuat laporan resmi.
Saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak MRP Papua Selatan atau aparat penegak hukum mengenai status pelaku. Namun dari dokumentasi foto yang turut beredar dalam unggahan Sirmi Rovinus dan Jurnal Linthon, terlihat bahwa aparat kepolisian telah berada di lokasi dan melakukan langkah awal penanganan. 
- Kantor KSOP Merauke Berikan Tali Asih Bagi Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Lakukan Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat, PT BIA Gelar Konsultasi Publik BIAN Project
- Anggota MRPS Katerina Yaas Soroti Pelayanan Susi Air di Papua Selatan