Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satreskrim Polres Yahukimo menangkap delapan pelaku penyerangan brutal terhadap guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Yahukimo pada pertengahan bulan Maret lalu.
- Korupsi Dana Desa, Kepala Kampung Kasih Terancam Pidana 20 Tahun Penjara atau Seumur Hidup
- Curi Uang 500 Juta Rupiah, Polisi Bekuk JT Dan Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
- Polres Boven Digoel Limpahkan Kasus Ancaman Memaksa Anak Melakukan Persetubuhan ke JPU Merauke
Baca Juga
Kedelapan pelaku merupakan bagian dari kelompok KKB yang dikenal sebagai Batalyon Eden Sawi Yali di bawah komando Ohion Helembo alias Bapa Simpan. Kelompok ini berafiliasi langsung dengan Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak.
Dari delapan yang ditangkap, tiga di antaranya terbukti sebagai tersangka, yakni atas nama Aris Pahabol, DH, dan NS. Sementara lima orang lainnya masih dalam proses pendalaman.
"Pelaku yang terlibat akan kami proses secara tegas dan profesional. Tindakan kekerasan terhadap guru dan tenaga kesehatan tidak bisa ditoleransi karena mereka adalah simbol kemanusiaan dan pelayanan,” tegas Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Sabtu, 12 Juli 2025.
Senada dengan Brigjen Faizal, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebut penangkapan ini bukti kerja keras aparat menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Aparat keamanan hadir untuk melindungi masyarakat dan menindak tegas kelompok-kelompok yang mengganggu kedamaian,” ujar Kombes Yusuf.
Kendati sudah menangkap delapan pelaku, tim investigasi mengejar sisa anggota kelompok bersenjata yang diduga kuat terlibat dalam aksi biadab tersebut.
- Polsek Heram Berhasil Temukan 3 Unit Motor Hasil Curian di Buper
- Bawaslu Tangani 46 Dugaan Pidana Pemilu, Bareskrim Ternyata Lebih Banyak
- Kuasa Hukum Klarifikasi Aksi Pemalangan SMA Negeri 3 Merauke: “Ini Soal Ganti Rugi yang Tak Diselesaikan Selama 9 Tahun”