Merauke – Aktivis Papua Selatan dan Ketua Lembaga Aliansi Pemberdayaan Masyarakat Papua Selatan (APMAS PASEL), Fransiska Gondro Mahuze, mengecam keras dugaan percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Damianus Polikarpus Owom, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan dari unsur adat Kabupaten Asmat, terhadap sesama anggota MRP, yakni Paskalina Hahare, Ketua Pokja Perempuan MRP Papua Selatan.
- Ketua Pokja Perempuan MRP Papua Selatan Diduga Alami Percobaan Pemerkosaan oleh Rekannya Sendiri di Yogyakarta
- MRP Papua Selatan Tetapkan Antoneta Mokom dan Nikolaus Mahuze sebagai Wakil Ketua Baru
- Ketua MRP Papua Selatan Klarifikasi Isu Pemilihan Pimpinan dan Fungsi Lembaga
Baca Juga
Dalam wawancara yang dilakukan pada Senin, 14 Juli 2025, Fransiska menyebut bahwa tindakan tersebut adalah perbuatan tidak senonoh, tidak terpuji, dan tidak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun. “Ini bentuk penghinaan terhadap martabat perempuan Papua, terlebih dilakukan oleh seorang pejabat adat yang seharusnya menjaga etika dan kehormatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa baik pelaku maupun korban merupakan representasi adat yang sedang menjalankan amanat lembaga kultural, dan menyayangkan terjadinya kekerasan dalam lingkungan MRP yang seharusnya menjadi ruang aman bagi perempuan.
Fransiska mendesak Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, untuk segera memproses pemberhentian terhadap Polikarpus Owom melalui sidang etik internal dan tanpa kompromi. Selain sanksi etik, ia juga mendorong agar kasus ini diproses secara hukum karena melibatkan kekerasan fisik dan seksual.
Insiden tersebut diketahui terjadi di Hotel Griya Persada, Kaliurang, Yogyakarta, saat rombongan MRP Papua Selatan berada di sana untuk kegiatan studi banding. Fransiska menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan komunikasi dengan korban dan siap memberikan pendampingan hukum. “Kami akan mengawal kasus ini agar pelaku diberhentikan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Fransiska Gondro Mahuze menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan Papua dalam bentuk apa pun harus dilawan, dan lembaga seperti MRP wajib menjadi contoh dalam menegakkan etika dan keadilan gender. 
- Kantor KSOP Merauke Berikan Tali Asih Bagi Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Lakukan Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat, PT BIA Gelar Konsultasi Publik BIAN Project
- Anggota MRPS Katerina Yaas Soroti Pelayanan Susi Air di Papua Selatan