Kordiv SDM Bawaslu PPS Buka Kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawasan Pemilu di Boven Digoel

Boven Digoel, Papua Selatan— Koordinator Divisi SDM Bawaslu Provinsi Papua Selatan, Tukidjo, secara resmi membuka kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawasan Pemilu yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Boven Digoel, Rabu (29/10/2025).


Dalam sambutannya, Tukidjo menyampaikan bahwa kegiatan penguatan kelembagaan ini merupakan bagian dari kegiatan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut seharusnya dilakukan sebelum pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), namun karena situasi keamanan yang sempat terganggu oleh adanya aksi demonstrasi, kegiatan ini akhirnya dijadwalkan ulang.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya, namun karena adanya situasi keamanan dan aksi demo, maka baru bisa kita laksanakan hari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tukidjo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kerja sama antara Bawaslu dengan Komisi II DPR RI. Kerja sama ini berkaitan dengan rencana perubahan Undang-Undang Pemilu menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2029.

Ia berharap kehadiran para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta peserta yang hadir dapat memberikan masukan dan pandangan konstruktif terkait pelaksanaan pemilu, khususnya di wilayah Papua Selatan.

“Kami berharap para tokoh yang hadir hari ini bisa memberikan masukan sebelum dilakukannya revisi Undang-Undang Pemilu. Karena Bawaslu dan KPU hanya menjalankan aturan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Tukidjo juga menyoroti pentingnya kejelasan penggunaan KTP dalam proses pelaksanaan pemilihan, terutama di wilayah Papua. Menurutnya, hal ini perlu diperhatikan agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Menutup sambutannya, Tukidjo mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai demi memperkuat pemahaman dan kapasitas kelembagaan pengawasan pemilu di daerah.

Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen kita bersama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, jujur, dan adil,” pungkasnya.