Polda Papua melalui Operasi Damai Cartenz tengah akan menyelidiki kebenaran video ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menembak pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Marthens. KKB memberi tenggat dua bulan kepada pemerintah Indonesia untuk berdialog mengenai kemerdekaan Papua
- Pelaku Jambret di Al Jihad Mengaku 12 Kali Beraksi di Kota Sorong
- Mardani H. Maming Tersangka Suap dan Gratifikasi Izin Usaha Pertambangan saat Jabat Bupati Tanah Bumbu
- Penasehat Hukum Mantan Kadis Pertambangan Raja Ampat Desak Kejaksaan Sorong Periksa Selviana Wanma
Baca Juga
"Kami akan selidiki video yang beredar itu," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo lewat keterangan tertulisnya, Minggu (28/5).
Di satu sisi, Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mengatakan akan memaksimalkan negosiasi untuk membebaskan pilot Susi Air, Captain Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB.
Irjen Mathius akan berupaya melakukan negosiasi kepada pimpinan Egianus Kogoya agar melepaskan Philip.
"Saya berbicara dengan berbagai pihak tentang proses negosiasi ini. Termasuk dengan pihak gereja yang di dalamnya ada Dewan Gereja dan Uskup, yang akan semaksimal mungkin melakukan negosiasi dengan kelompok Egianus Kogoya untuk bisa melepas pilot yang dibawanya," ujarnya.
Mathius menjelaskan, saat ini Satgas Damai Cartenz sedang menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum. Dirinya akan membuka negosiasi kepada siapa pun, termasuk pihak pemerintah Nduga hingga Komnas HAM.
"Tentunya negosiasi bisa dilakukan dengan siapa saja, saya membuka diri untuk semua pihak, yang dari awal yakni pihak pemerintah Nduga bekerja sama dengan Kapolres kemudian ada juga pihak dari Komnas HAM yang menawarkan diri dan kami terima," tuturnya. 
- DPD KNPI Merauke Laporkan Permadi Arya ke Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
- Benny Latumahina Desak Menlu RI Untuk Serius Tangani Kasus 13 Nelayan Merauke yang Ditahan di PNG
- Dua Pria Berhasil Diciduk Bersama Barang Bukti 10 Paket Ganja di Koli 9