Maulid Nabi Muhammad SAW Dirangkaikan Pelantikan BPW KKW Papua Selatan, Apolo Safanpo Tekankan Fondasi Hukum Kehidupan

Merauke – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dirangkaikan dengan Pelantikan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Wajo (KKW) Provinsi Papua Selatan periode 2025–2030. Acara yang berlangsung di Hotel Halogen, Merauke, Papua Selatan, Minggu (14/09/2025).


Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembukaan, pembacaan maulid dan shalawat, serta tausiyah yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus KKW Papua Selatan yang ditandai dengan pembacaan SK, pengucapan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara.

Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya menempatkan hukum sebagai fondasi hidup bersama. Ia mengurai bahwa hukum Tuhan, hukum alam, hukum adat, hingga hukum positif negara harus dikelola seimbang agar tercipta ketertiban dan kedamaian. “Hukum Tuhan dan hukum alam berlaku mutlak. Hukum adat lahir dari pengalaman komunitas, sementara hukum positif sering diperdebatkan dalam perumusannya. Ketiganya perlu diseimbangkan demi harmoni kehidupan,” ujar Apolo.

Menurut Gubernur, keberadaan KKW di Papua Selatan memiliki arti penting bagi pembangunan sosial. Ia berharap wadah ini dapat menjadi perekat persaudaraan dan mitra pemerintah dalam menciptakan stabilitas di masyarakat. “KKW kami harapkan terus bersinergi dengan pemerintah, berkontribusi nyata bagi pembangunan, dan menjaga kedamaian di Bumi Anim Ha,” imbuhnya.

Ketua BPW KKW Papua Selatan terpilih, H. Muhammad Nur, S.Ag., menyampaikan empat prioritas kerja lima tahun mendatang, yakni memperkuat kegiatan sosial-keagamaan, membangun ekonomi kerakyatan, menjaga keamanan, serta mempererat hubungan dengan pemerintah. “Kami akan memegang teguh siri’ na pacce sebagai dasar solidaritas dan kebersamaan,” tegasnya.

Sekretaris I DPP KKW, Samsudin Asyagraf, menegaskan identitas orang Wajo di mana pun berada selalu terikat pada nilai luhur leluhur: lempu (jujur), acca (cerdas), warani (berani), dan amaccang (bijak). “Di manapun orang Wajo menetap, mereka berbaur dengan masyarakat, membangun rumah dan fasilitas umum di tanah rantau, bukan hanya di kampung halaman,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan foto bersama yang semakin mempererat kekeluargaan di antara warga KKW Papua Selatan. Kehadiran para tokoh masyarakat dan pemerintah menjadi penanda kuatnya sinergi dalam membangun Papua Selatan dengan semangat persaudaraan.