Aktivis Universitas Cendrawasih Papua Victor Kogoya berpandangan usulan pemeriksaan Lukas Enembe di lapangan terbuka menyalahi hukum yang berlaku di Indonesia.
- Tertipu 2,6 M, Korban Merasa Ganjal Terhadap Proses Hukum Terdakwa GYH, JPU Hanya Tuntut 5 Bulan Penjara
- Tidak Sendiri, Firli Bahuri Didampingi 7 Pendekar Hukum
- Polisi Amankan Puluhan Paket Ganja Siap Edar di Rusun Pasar Inpres Dok IX
Baca Juga
Sebab, lanjut dia, prosedur hukum ialah pemeriksaan dilakukan di dalam ruangan tertentu, bukan diruang terbuka yang disaksikan masyarakat.
“Lukas Enembe harus diperiksa di dalam ruangan dan tidak di tempat terbuka karena hal tersebut yang sesuai dengan prosedur hukum, bahkan dalam aturan adat juga tidak ada pemeriksaan terbuka seperti yang disuarakan kuasa hukum Lukas Enembe,” kata Victor dalam keterangan tertulis, Selasa (11/10).
Aktivis mahasiswa ini khawatir, belum tuntasnya kasus yang menjerat Lukas Enembe dapat mempengaruhi dan memprovokasi masyarakat Papua. Padahal menurut dia, seharusnya masyarakat mendukung penegak hukum agar Lukas Enembe mentaati hukum sesuai dengan aturan yang ada.
“Masyarakat dibuat resah oleh kasus tersebut sehingga berdampak mengganggu ketenangan dan tidak dapat bekerja dengan tenang,” kata Victor.
Oleh kareananya, Victor Kogoya berharap Lukas Enembe segera memberikan keterangan kepada KPK sesuai dengan kenyataan dan fakta yang ada.
- Dalami Kasus LE, KPK Panggil Sekda Pemprov Papua dan 10 Saksi Lainnya
- Polisi Gagalkan 195,76 Gram Sabu Siap Edar di Wilayah Jayapura, 1 Kurir Ditangkap
- Mantan Kabinda Papua Barat dan Mantan Kepala BPN Kota Sorong Jadi Tersangka Pemalsuan Dokumen Pertanahan