Senyum sumringah kini menghiasi wajah Sarafia Korarop. Perempuan asal Kampung Aiwat, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel, Papua ini akhirnya bisa kembali menikmati kehidupan tanpa rasa sakit dan kekhawatiran.
- Menjelang Pergantian Pamtas RI-PNG, Danrem 174/ATW Merauke Pimpin Rapat Pencegahan Covid-19
- TUNAS SAWA ERMA GROUP FASILITASI OPERASI PENYEMBUHAN MATA KATARAK BAGI OAP
- Pemerintah Buka 7 Bandara dan 5 Pelabuhan sebagai Pintu Masuk PPLN
Baca Juga
Sebuah benjolan tumor jinak yang lama bersarang di pundaknya berhasil diangkat, menandai akhir dari perjalanan panjang menuju kesembuhan. Kisahnya bukan hanya tentang operasi yang sukses, tetapi juga tentang tangan-tangan peduli yang mengubah keputusasaan menjadi harapan.
Sebelumnya, hidup Sarafia terasa tidak bahagia dan tidak tenang akibat penyakit yang dideritanya. Aktivitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga di kampung terpencil menjadi sangat terbatas karena nyeri yang terus dirasakan. Jarak dan biaya menjadi tantangan terbesar untuk mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan yang memadai.
“Jujur, saya sempat ingin menyerah. Lihat biaya ke rumah sakit, lihat jalan yang jauh, hati ini rasanya berat. Rasanya seperti mau sembuh itu mustahil,” kenang Ibu Sarafia saat ditemui pada Selasa 21 Oktober 2025 di Kantor TSE Group.
Perlahan, awan gelap dalam hidup Sarafia mulai tersibak ketika perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut mendengar tentang kondisinya. Melalui program Corporate Social Contribution di bidang kesehatan, PT Berkat Cipta Abadi (BCA), unit usaha dari Tunas Sawa Erma (TSE) Group, memberikan dukungan berupa bantuan akomodasi selama proses pengobatan. Sementara itu, biaya operasi ditanggung melalui Kartu Indonesia Sehat yang dimiliki Sarafia.
“Kondisi Ibu Sarafia sekarang sudah sangat membaik. Tumor jinak yang menjadi sumber keluhannya telah berhasil diangkat. Dengan pemulihan yang baik, beliau bisa kembali beraktivitas dengan normal,” jelas dr Ivani Yunita Korwa, SpB, Dokter RS Bunda Pengharapan yang menangani operasi tersebut.
Kerja sama erat antara pihak perusahaan dan RS Bunda Pengharapan menjadi kunci keberhasilan operasi. Rumah sakit menyediakan tim medis serta fasilitas terbaik, sementara perusahaan memastikan kendala biaya dan logistik dapat diatasi.
“Selain menjalankan bisnis, kami juga berkomitmen untuk mengambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasional kami. Bantuan akomodasi bagi Ibu Sarafia ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian perusahaan agar beliau dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujar General Manager TSE Group, Daniel Sim Ayomi, A Md, S Sos, S H, MPA.
PT BCA sebagai unit usaha dari TSE Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Papua Selatan, terus menunjukkan komitmen untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan yang diberikan kepada Ibu Sarafia menjadi bukti nyata kepedulian dan semangat kemanusiaan yang menginspirasi banyak orang di Tanah Papua. 
- Sebanyak 1.108 Anak Usia 6-11 Tahun Telah Divaksinasi di Kota Jayapura
- Sebanyak 1400 Vaksin Sinovac Tiba di Kabupaten Kepulauan Yapen
- Pemerintah Buka 7 Bandara dan 5 Pelabuhan sebagai Pintu Masuk PPLN
