SUARA DARI TIMUR: MERAUKE TERIAK MERDEKA, INTERNET MASIH TERSANDERA

MERAUKE — Jaringan kabel optik bawah laut milik PT TelkomGroup kembali mengalami kerusakan pada Sabtu, 16 Agustus 2025, sehingga berdampak pada kualitas layanan internet di wilayah Papua Selatan, termasuk Kabupaten Merauke, Timika, dan Kaimana.


Gangguan ini teridentifikasi berupa double shunt fault pada dua titik, yaitu ruas Sorong–Fakfak dan Merauke–Timika (tepatnya di KM 293 dari STO Merauke arah Timika). Kerusakan berada di kedalaman 50–500 meter dan masih dalam tahap investigasi.

Wilayah Papua Selatan adalah kawasan terdepan NKRI yang sangat bergantung pada akses internet. Sayangnya, kerusakan kabel optik ini bukan pertama kali terjadi. Catatan menunjukkan gangguan serupa sudah berulang kali dialami pada tahun 2017, 2022, 2023, 2024, dan kini kembali terjadi di momen menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Suara Warga: “Merdeka, Tapi Internet Tidak”

Salah seorang pegiat konten kreator di Merauke, meluapkan kekecewaannya:

“Hampir setiap tahun kami di Papua Selatan alami gangguan jaringan. Kenapa selalu kami yang jadi korban? Negara saja yang merdeka, tapi kami belum merdeka dalam menikmati internet. Apakah ini kado Kemerdekaan untuk kami?”

Menurutnya, pemerintah pusat maupun daerah terlihat tidak serius menangani persoalan konektivitas digital di Papua Selatan.

PT Telkom Indonesia melalui EVP Telkom Regional V, Amin Soebgayo, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.

“Kami memahami layanan komunikasi digital sangat vital bagi masyarakat Papua bagian selatan. Seluruh tim kami bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan agar pelanggan dapat kembali menikmati layanan secara optimal,” ujarnya dalam rilis resmi.

Langkah Pemulihan yang Ditempuh Telkom:

  1. Pengalihan trafik ke jalur backup dengan kapasitas terbatas.
  2. Prioritas layanan (QoS) agar voice dan SMS tetap berjalan.
  3. Optimalisasi jaringan alternatif lewat Palapa Ring Timur dan satelit.
  4. Persiapan kapal khusus untuk perbaikan teknis SKKL di titik gangguan.

Telkom berjanji memberikan pembaruan informasi secara berkala serta berkomitmen mempercepat pemulihan jaringan. Namun, bagi masyarakat Papua Selatan, pertanyaan besar masih menggantung:

“Sampai kapan kami harus terus menjadi korban putusnya kabel optik?”