Boven Digoel, Papua Selatan - 24 April 2026– Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, Kapten Inf. Sabar Samosir, S.H selaku Dantim Satgas Ketapang wilayah Boven Digoel memberikan sosialisasi Wawasan Kebangsaan Merah Putih kepada sekitar 300 siswa/i SMP Negeri Camp 19, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat (24/4/2026).
- Melalui Program Kerjasama PLI dan Pemda, 51 Orang Diberangkatkan ke Jayapura Persiapan Studi ke Luar Negeri
- Marinus Tandilolo Didaulat Sebagai Ketua IKAMI SULSEL Merauke
- Universitas Musamus Mendorong Pembaruan Industri Rumahan Batu Bata Merah di Wasur
Baca Juga

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut turut didampingi oleh Kepala Sekolah, Bapak Sunarya, serta para guru. Sosialisasi ini mengangkat materi tentang bijak menggunakan media sosial dan pembentukan karakter (character building) bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMP Negeri Camp 19, Sunarya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran pemateri yang telah memberikan wawasan baru bagi para siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Kapten Inf. Sabar Samosir yang telah meluangkan waktu untuk datang ke sekolah kami yang cukup jauh dari Kota Tanah Merah. Ini merupakan pertama kalinya siswa kami mendapatkan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan materi yang sangat bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai lebih dari 300 orang, dengan sekitar 85 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP).
Dalam pemaparannya, Kapten Inf. Sabar Samosir menjelaskan pentingnya literasi digital di era modern. Ia menekankan bahwa media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif, tergantung bagaimana pengguna memanfaatkannya.

“Media sosial bisa menjadi sarana memperluas jaringan, menambah pengetahuan, hingga peluang bisnis. Namun di sisi lain, juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti kecanduan, penyebaran hoaks, hingga menurunnya interaksi sosial,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial karena setiap aktivitas akan meninggalkan jejak digital yang tidak mudah dihapus.
Selain itu, materi tentang pembentukan karakter menjadi fokus penting dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki.
“Pembangunan bangsa tidak hanya dari segi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari karakter generasi mudanya. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki disiplin, komitmen, serta mampu mengenali kelebihan dan kekurangan diri,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diberikan arahan terkait pilihan pendidikan setelah lulus SMP, baik melanjutkan ke SMA maupun SMK, serta pengenalan berbagai sekolah kedinasan di Indonesia.
Di akhir kegiatan, para siswa menyampaikan kesan dan pesan yang menunjukkan antusiasme mereka. Salah satu siswa menuliskan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak ilmu baru yang bermanfaat untuk masa depan, terutama terkait pendidikan lanjutan.


Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
- Tanamkan Nilai Luhur Pancasila, satgas pamrahwan Yonif 756/WMS Tanamkan Nasionalisme ke Sekolah
- Pulitzer dan Universitas Musamus Kolaborasi Gelar Workshop Perubahan Kultur Pangan di Merauke, Papua Selatan
- SMK N 2 Merauke Berbagi Bangunan Kelas Dengan Sekolah Rakyat