Guna menjalankan kewajiban yakni Sholat 5 waktu dari peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Kampung Yakonde, maka warga setempat menyediakan Aula Jemaat GKI Ebenhaezer Yakonde sebagai tempat Sholat dari peserta KMAN VI yang beragama Muslim selama serasehan dua hari berlangsung.
- Perayaan HPI Ke 167 Dihadiri 3.000 Umat, Ini Pesan Menag Dalam Sambutannya.
- Pj. Bupati Mappi Tekankan Netralitas ASN dalam Pemilu 2024
- Jaga Tali Silaturahmi, Paguyuban Nusantara, Pendeta hingga Relawan Serahkan Hewan Kurban dari Paulus Waterpauw
Baca Juga
Beribadah bagi setiap pemeluk agama adalah hal yang wajib, sehingga tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dalam pandangan itulah, warga Kampung Yakonde menyediakan tempat bagi peserta serasehan KMAN VI beragama muslim untuk Sholat.
Mendapati adanya tempat Sholat yang disediakan warga setempat, salah satu peserta KMAN VI yang beragama Muslim asal Bolaang Mongondow Sulawesi Utara yang juga sebagai Ketua Rombongan Komunitas Amabom Raya, Saud Kumangki usai menunaikan Sholat mengatakan, tersediannya tempat Sholat di Aula Jemaat di Kompleks Gereja adalah hal unik dan bernilai toleransi yang tinggi yang di temuinya.Rabu (26/10)
“Bagi kami, ini adalah sebuah penghargaan karena kebutuhan kami untuk melaksanakan sholat bisa terpenuhi. Sebenarnya, inilah wujud dari nilai-nilai luhur dalam rangkah meningkatkan toleransi antara umat beragama,” ungkapnya.
Saud menerangkan, awalnya ia bersama rekan-rekan yang beragama Muslim yang di tempatkan di Yakonde sempat berpikir tentang tempat yang akan digunakan olehnya untuk Sholat, namum akhirnya di beritahu oleh warga setempat jika Aula Jemaat telah disediakan untuk digunakan Sholat.
Menurutnya, ada nilai plus yang bisa ditemukan oleh komunitasnya saat menghadiri KMAN VI di Papua yaitu, sikap toleransi yang tinggi dari warga Papua.
Hal ini seiring dengan telah di tetapkannya Kabupaten Jayapura sebagai Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama (ZIKUB). Artinya, sikap toleransi yang dimilki oleh warga Papua bukan saja muncul saat adanya kongres, tetapi sikap toleransi di Papua sudah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan orang Papua.
- Penanaman Pohon Mangrove untuk Keseimbangan Lingkungan di Pesisir Mappi
- Boven Digoel Keluar Sebagai Juara Pada Pesparawi XIV Provinsi Papua Selatan
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pura Satya Loka, Dandim Boven Digoel: Ini Momen Penting