Dandim Pastikan Kondisi Boven Digoel Kondusif Pascainsiden di Kali Fis, Imbau Warga Tenang

Boven Digoel, Papua Selatan— Komandan Kodim (Dandim) 1711/Boven Digoel, Letkol Inf. Andry Christian, merespons kasus dugaan pembunuhan sadis yang terjadi di area Camp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Peristiwa tragis tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIT.


Pernyataan tersebut disampaikan Letkol Andry Christian saat konferensi pers bersama Kapolres Boven Digoel dan Danyon TP 803/KYK di Mapolres Boven Digoel, Kamis (21/5/2026).

Menurut Dandim, lokasi kejadian memang berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, namun akses menuju area penambangan tersebut lebih mudah ditempuh melalui Kabupaten Boven Digoel, baik menggunakan jalur sungai, darat, maupun udara.

“Memang lokasi kejadian bukan berada di Kabupaten Boven Digoel, tetapi di Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun akses termudah menuju lokasi penambangan itu melalui Boven Digoel, baik lewat jalur sungai, darat maupun udara,” ujar Letkol Andry Christian.

Ia menjelaskan, pihak TNI bersama kepolisian telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak tahun 2025 guna membatasi aktivitas menuju kawasan tersebut. Salah satunya dengan merekomendasikan agar akses penerbangan tidak lagi menggunakan helikopter langsung ke lokasi penambangan dan mengarahkan penggunaan Bandara Tanah Merah sebagai titik transit.

Selain itu, aparat juga melakukan pembatasan akses jalur sungai dengan memprioritaskan mobilitas masyarakat di distrik-distrik pedalaman seperti Yaniruma dan Manggelum.

“Kami bersama Polres Boven Digoel sudah melakukan berbagai upaya sejak tahun lalu. Kami merekomendasikan agar tidak menggunakan helikopter langsung ke lokasi dan mengarahkan penggunaan Bandara Tanah Merah. Kami juga membatasi akses jalur sungai dan lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat di distrik pedalaman,” katanya.

Meski demikian, Dandim menegaskan bahwa aktivitas masyarakat di Kabupaten Boven Digoel tetap berjalan normal. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, termasuk informasi mengenai keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang disebut-sebut melintas di wilayah Tanah Merah.

“Informasi terkait adanya KKB yang melintas di Tanah Merah itu belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Kondisi di Boven Digoel sampai saat ini aman dan kondusif,” tegasnya.

Dandim menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait guna memastikan keamanan wilayah tetap terjaga serta mendukung proses penanganan kasus yang saat ini masih berlangsung.