Merauke – Aparat Polsek Elikobel tengah menangani kasus penganiayaan berat yang terjadi di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Selasa (10/2/2026) pagi. Seorang pria bernama Daniel Womutahai (47) menjadi korban setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam jenis kampak.
- Two Women Raped And Persecuted By KST Group In Yahukimo
- Satu Warga Entrop Tenggelam di Pantai Holtekam, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
- Terkait Dugaan Bau Busuk Di Semangga 2, Kadis Lingkungan Hidup Merauke Angkat Bicara
Baca Juga
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek serius pada bagian betis kaki kiri dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Elikobel.

Peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di Mess APM 1 Afdeling 1, Distrik Elikobel. Saat itu, korban yang berprofesi sebagai pemanen di PT APM semula hendak mengikuti apel pagi dan finger absensi di lapangan APM 1 Afdeling 1. Namun, kegiatan kerja ditiadakan lantaran areal kebun tengah dipalang oleh pihak marga.
Korban kemudian kembali ke rumah untuk sarapan. Saat sedang makan, terlapor berinisial RK diduga masuk melalui pintu belakang rumah korban dalam keadaan dipengaruhi minuman keras sambil membawa sebuah kampak.
“Terlapor langsung mengayunkan kampak ke arah kaki kiri korban, tepatnya di bagian betis, sehingga korban mengalami luka sobek,” ungkap sumber kepolisian.
Usai melakukan penganiayaan, terlapor melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. Korban yang tergeletak dalam kondisi berlumuran darah kemudian dievakuasi oleh pihak keluarga ke Puskesmas Elikobel untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Elikobel, Ipda Muchsin, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa dugaan sementara motif penganiayaan berkaitan dengan persoalan keluarga.
“Diduga terlapor ingin menjalin hubungan dengan anak perempuan korban, namun tidak mendapat restu. Akibat hal tersebut, terlapor kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman guna mengungkap keberadaan terlapor serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. 
- Anggota TNI Tertembak OTK, Istri Dan Dua Anaknya Pun Jadi Korban.
- Satu Warga Entrop Tenggelam di Pantai Holtekam, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
- Tokoh Masyarakat Malind Anim, Hengky Ndiken Tutup Usia Pada Umur 59 Tahun
