Sepasang muda mudi bersma Jemmy Yehuda Smas (26) dan Elsa B Mamori o (23) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) DI jalan raya enggros-holtekam kilometer 9 Distrik Abepura, Jum'at (9/7) malam.
- Hamil di Luar Nikah, Seorang Ibu Tega Membunuh dan Membuang Janin Bayi
- Setelah 7 Hari Pencarian Korban Kecelakaan Speed Boat, Operasi SAR Resmi Ditutup, Widodo tidak Ditemukan
- Semakin Tersudutkan, Sebby Sembom Bantah Bukan TPNPB Yang Menganiaya Lima Nakes di Amuma
Baca Juga
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, ketika di konfirmasi pagi tadi membenarkan kejadian tersebut.
"Ada dua korban pembacokan yang dilakukan OTK terhadap pasangan Muda-Mudi ini di jalan raya enggros-holtekam yang mengakibatkan kedua mengalami luka berat, " ucapnya. 
Lanjut Kapolresta, atas kejadian itu, korban Jemmy alami luka robek pada kepala dan luka robek pada bagian rahang kanan sedangkan Elsa alami luka bacok pada bagian leher sebelah kiri dan saat ini kedua menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, untuk Jemmy dalam keadaan kritis dan Elsa masih sadar.
"Kasus ini dalam penanganan unit reskrim polsek jayapura selatan dan nantinya akan di backup oleh reskrim polresta Jayapura Kota untuk melakukan penyelidikan terhadap para pelaku, "terang Kapolresta.
" Untuk saksi, tiga orang telah dimintai keterangan termaksud salah satunya korban Elsa, "cetusnya.
Ia pun menjelaskan kejadian itu bermula ketika kedua korban sedang duduk di salah satu pondok dekat pantai, kemudian sekelompok orang tak dikenal mendatangi kedua korban sehingga salah satu korban berkata " Kalau saudara mau duduk kami yang pindah".
"Mendengar perkataan itu sekelompok orang tak dikenal tersebut langsung marah dan berkata " Kamu bicara apa", seketika para OTK itu langsung mengeluarkan parang dan membacok kedua korban namun keduanya sempat melarikan diri dalam kondisi terluka, dimana korban Elsa berlari menuju ke arah pinggir jalan dan meminta pertolongan warga yang melintas sedangkan korban Jemmy ditemukan dalam kondisi tengkurap dipinggir jalan dengan berlumuran darah, "pungkas Kombes Pol. Gustav.
- Alasan Teknis, KSOP Merauke Tegaskan Kapal Yang Berada di Komolom Tidak Terdampar dan Bukan Kapal Pengangkut Alat Berat
- Pasien Usia Kehamilan 10 Bulan Dipaksa Melahirkan Normal Hingga Meninggal, RSAL Merauke Klaim Gangguan Medis Langka
- Gempabumi Mengguncang Wilayah Kota Sorong Berkekuatan 3,4 SR, Provinsi Papua Barat