Diduga di Intimidasi Keluarga WaliKota Sorong, Aktivis Anti Korupsi Mengadu Ke Komnas HAM

Aktivis atau Pengiat anti korupsi, Andrew Warmasen mengadukan dugaan intimidasi yang mengatasnamakan keluarga besar Septinus Lobat atau Walikota Sorong ke Polda Papua Barat Daya.
Aktivis atau Pengiat anti korupsi, Andrew Warmasen mengadukan dugaan intimidasi yang mengatasnamakan keluarga besar Septinus Lobat atau Walikota Sorong ke Polda Papua Barat Daya.

Aktivis dan Pegiat Anti Korupsi, Andrew Warmasen melayangkan surat ke Perwakilan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia, RI di Jayapura.


Surat tersebut disampaikan menyusul dugaan intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Keluarga Septinus Lobat, Wali Kota Sorong, belum lama ini Senin, 06 April 2026 di Kediaman Andrew Warmasen.

Menurutnya, kehadiran massa yang mengatakan namakan keluarga besar Septinus Lobat atau Walikota Sorong ke kediamannya dengan membawa dua ekor hewan babi serta meminta denda adat, merupakan salah satu bentuk intimidasi dan pembungkaman terhadap dirinya, sebab selama ini  dia menyuarakan adanya praktek dugaan korupsi yang terjadi di Papua Barat Daya.

Andrew mengaku mendengar teriakan dari masa yang menyebutkan bahwa Ia sering menyuarakan berita korupsi di Kota Sorong.

"Jadi waktu itu ada yang bilang saya dengan nada emosi, Ooh jadi kau ini yang sering beritakan tentang berita walikota k," kata Andrew Warmasen, Senin, 20 April 2026.

Dalam surat tersebut, Andrew Warmasen meminta kepada Komnas HAM untuk menerbitkan Surat Pembela HAM guna memberikan imunitas dari upaya kriminalisasi balik oleh pihak pemerintah daerah.

"Saya juga minta kepada Komnas HAM untuk melakukan Pemantauan langsung terhadap penanganan kasus di Polda Papua Barat Daya, guna mencegah intervensi kekuasaan," kata dia.

Perlu diketahui bahwa kasus ini telah dilaporkan ke Polda Papua Barat Daya pada pekan lalu.